24 Juli 2017
Panen Raya di Tujuh Provinsi, Mentan Tegaskan Stok Beras Terjamin
Home
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • green color
  • blue color

Panen Raya di Tujuh Provinsi, Mentan Tegaskan Stok Beras Terjamin

Cilacap – Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menggelar panen raya serentak yang dipusatkan di Desa Mernek, Kecamatan Maos Kabupaten Cilacap, Senin (29/2). Panen yang juga dilaksanan di enam daerah lain yaitu Kabupaten Langkat (Sumatera Utara), Kabupaten Banyuasin (Sumatera Selatan), Kabupaten Ngawi (Jawa Timur), Kabupaten Tapin (Kalimantan Selatan), Kabupaten Lombok Barat (Nusa Tenggara Barat) dan Kabupaten Wajo (Sulawesi Selatan) ini, merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki stok beras yang terjamin.


“Biasanya bulan Januari – Februari mengalami musim paceklik, tetapi justru sekarang stok kita melimpah,” tegas Mentan usai panen menggunakan combine harvester. Panen raya untuk keseluruhan wilayah di Indonesia diperkirakan terjadi pada Maret dan April dengan target mencapai 14,52 juta ton.

“Data BPS menunjukkan adanya peningkatan produksi di tahun 2015 dibandingkan tahun 2014,” ujar Mentan.


Diakui Mentan, produksi yang melimpah ini merupakan keberhasilan upaya yang telah digiatkan oleh semua pihak termasuk petani sebagai peran utama dalam rantai pangan. Program Tanam, Olah dan Panen Serentak mendorong petani untuk terus meningkatkan produksi yang ada di wilayah masing-masing.


Dari sisi infrastruktur, Mentan juga mengungkapkan telah memperbaiki irigasi yang rusak sebanyak 2,6 juta hektar dalam setahun dari target yang ditetapkan sebelumnya yaitu 3 juta hektar. Didukung dengan teknologi pertanian diantaranya bibit unggul dan mekanisasi pertanian, Mentan berharap agar kehilangan produksi dapat ditekan.

Dengan adanya peningkatan produksi, Mentan juga berupaya untuk memperpendek rantai pasok pangan. Mentan meminta BULOG berperan dalam menstabilkan harga. Dengan BULOG membeli gabah dari petani langsung dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Mentan berharap disparitas harga di petani dengan harga di konsumen tidak terlalu tinggi.


Kabupaten Cilacap sendiri merupakan kabupaten terluas di Provinsi Jawa Tengah dengan produktivitas gabah rata-rata 5,1 ton per hektar. Pada tahun 2015, kabupaten yang terletak di wilayah selatan ini dapat surplus beras hingga mencapai 368 ribu ton. Hal ini menjadi motivasi untuk terus membangkitkan lahan tidur menjadi lahan produksi. Untuk Desa Mernek sendiri memiliki luas tanam seluas 293 hektar dengan produktivitas 6 ton/ha.

Usai panen raya, Mentan juga memberikan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor roda dua 53 unit, pompa air 20 unit, traktor roda empat 1 unit dan rice transplanter 4 unit.

Pada panen raya ini, Mentan didampingi Kasad TNI, Mulyono, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Bupati Cilacap, Tatto Suwarto, Sekjen KPPU, Lilik Gani serta Direktur Operasional dan Pelayanan Publik, Wahyu Suparyono. Dalam kesempatan yang sama, Mentan juga menandatangani nota kesepahaman dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) terkait pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan penguatan Toko Tani Indonesia.