27 Mei 2017
Kesejahteraan Petani Indonesia di Tahun 2016 Alami Peningkatan
Home
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • green color
  • blue color

Kesejahteraan Petani Indonesia di Tahun 2016 Alami Peningkatan

Polewali Mandar -- Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengungkapkan kesejahteraan petani Indonesia di tahun 2016 mengalami peningkatan. Hal tersebut disampaikan Mentan saat melakukan kunjungan kerjanya untuk panen, olah tanah, dan tanam padi di Desa Tonro Lima, Polewali Mandar, Sulbar, Selasa (16/2).


"Tahun 2016 ini kesejahteraan petani meningkat," kata Mentan pada acara tersebut. Didampingi Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh dan Bupati Polewali Mandar Ibrahim Masdar, Mentan menjelaskan pada sambutannya peningkatan ini disebabkan beberapa kebijakan yang telah dilakukan pemerintah antara lain membenahi regulasi, pembatasan impor, perbaikan infrastruktur dan pengendalian pasar. Untuk permasalahan bantuan pengadaan alat, Kementerian Pertanian telah membuat regulasi Penunjukan Langsung, berbeda dengan kebijakan terdahulu yang menggunakan tender yang dapat memakan banyak waktu lama. "Ini kekeliruan yang fatal selama 70 tahun Indonesia merdeka. Sekarang tidak ada tender, langsung kirim. Kualitasnya lebih terjamin dan harganya lebih murah karena langsung ke pabrik," kata Mentan. Lebih lanjut dalam kesempatan tersebut Mentan membahas persoalan harga beras di pasar "Harga beras di pasar-pasar besar meningkat, di tengah El Nino. Satu tahun pemerintah tidak ada impor, hitung-hitungan kami tak ada beras impor di lapangan," imbuhnya.


Mentan mengingatkan pentingnya ketahanan pangan dan meminta ketegasan hukum dalam memberantas kartel. Mentan meminta kepada jajaran kepolisian di Sulbar untuk bertindak tegas terhadap para menimbun beras. Luas lahan sawah yang dipanen ditempat tersebut sebanyak 220 Ha dengan menggunakan varietas Mekongga. Total hamparan lahan yang memasuki masa panen adalah sebanyak 465 Ha dengan produktivitas 8,1 ton GKP/ Ha. Polewalimandar menjadi lumbung beras untuk provinsi Sulbar dengan keseluruhan luas lahan sebanyak 17.119 Ha yang 12.000 Ha diantaranya merupakan lahan sawah dengan IP 3 yang memiliki rata-rata produksi 7 ton/ Ha. Untuk produksi Gabah Kering Panen, Polewalimandar memiliki angka 323.666 ton.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan memberikan bantuan yang dananya diambil dari APBN 2016 antara lain, 66 unit mini traktor roda 2, 20 unit transplanter, 20 unit alat pompa air 20, dan dua unit combine untuk panen.