27 Mei 2017
Snack Berbahan Baku Lokal
Home
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • green color
  • blue color

Snack Berbahan Baku Lokal


INOVASI SNACK SEHAT BERBAHAN BAKU LOKAL


Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia yang berkualitas yang ditandai dengan fisik yang tangguh, mental yang kuat, kesehatan yang prima dan otak yang cerdas.  Untuk mengapai semua itu, suplai gizi yang cukup mulai dia dilahirkan hingga tua merupakan faktor penting yang tidak bisa diabaikan.

Data statistik menyebutkan bahwa selama beberapa dekade ini pola konsumsi masyarakat Indonesia masih mengalami ketimpangan, yang disebabkan beberapa faktor sebagai berikut: konsumsi utama masyarakat Indonesia masih terpaku pada beras (rata-rata dunia : 55 kg / kap / thn, Jepang  45 kg / kap / thn, Malaysia  80 kg / kap / thn, sedang Indonesia  105 kg / kap / thn ), disamping itu dengan semakin menjamurnya makanan fast food dan roti menyebabkan konsumsi terhadap terigu semakin meningkat.  sehingga subsidi sangat besar dan devisa untuk impor terigu sangat besar.  Disisi lain masih kurang / rendahnya konsumsi pangan hewani, umbi-umbian, sayuran dan buah, serta kacang-kacangan.  Data tersebut menunjukkan bahwa ketergantungan konsumsi pada padi-padian terutama beras sebagai pangan pokok masih sangat tinggi, sedangkan pemanfaatan sumber-sumber pangan lokal masih rendah.  Hal ini didukung pula oleh kajian para pakar gizi yang menyatakan bahwa sejak tahun  2005  masyarakat Indonesia baik diperkotaan / pedesaan dan pada berbagai golongan pendapatan hanya memiliki satu pola pangan pokok yaitu beras dan mie ( terigu ).   Dewasa ini Indonesia menghadapi masalah gizi ganda yaitu masalah gizi kurang disatu sisi dan masalah gizi lebih disisi lain. Masalah gizi kurang ( kurus kering, busung lapar, marasmic kwashiorkor ). Sedang masalah gizi lebih membuat orang  menjadi kegemukan dan dapat menyebabkan gangguan fungsi tubuh dan merupakan resiko untuk menderita penyakit degeneratif seperti misalnya penyakit gula, tekanan darah tinggi atau penyakit jantung.  Permasalahan lain masih banyaknya kasus dan kejadian ketidakamanan pangan    ( akibat pencemaran, pemanis, perasa, pengawet, pewarna dan pola makan ). Lihat artikel seutuhnya di Inovasi Snack Sehat Berbahan Baku Lokal.pdf